Home » , , , » Kebahagiaan Yang Tak Tersampaikan

Kebahagiaan Yang Tak Tersampaikan

Written By Admin on Saturday, March 11, 2017 | 4:16 AM

Kisah Online Mengharukan - Saat waktu sudah semakin berlalu, terlahir sebuah kisah seorang anak yang lahir dalam sebuah keluarga sederhana, yang bernama Clara.

Gadis ini sudah beranjak dewasa, sekarang ia duduk di kelas 1 SMA. Di keluarganya dia adalah bertiga saudara, Clara adalah anak kedua, kakaknya Clara sudah menempuh hidup baru sekitar satu tahun yang lalu, sekarang tinggal lah Clara dan adik laki-laki nya yang berumur 13 tahun. Clara tak pernah akur sama adiknya, bahkan terkadang Clara dilakukan seperti seorang adik oleh adiknya sendiri karena seringnya Clara di atur-atur oleh adiknya, jika Clara tidak menuruti kemauan adiknya dia pasti akan dimarahi, dan kadang-kadang sampai dipukulinya.

Kebahagiaan Yang Tak Tersampaikan

Hampir setiap hari Clara bertengkar dengan adiknya, namun Clara berusaha untuk tetap sabar menghadapi tingkah laku adiknya walaupun akhirnya dia yang selalu disalahi oleh ibunya. Clara sangat sedih mengahadapi kenyataan hidupnya, terkadang dia berpikir kenapa dia tidak pernah merasakan bahagia, tak ada yang perduli dengan dirinya . Akhirnya Clara pun berusaha untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah untuk selalu diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan dalam hidupnya, dia selalu berdo’a disaat melaksanakan shalatnya.

Terkadang terpikir di benaknya apakah seperti ini cara orangtuanya mendidiknya supaya Clara tidak seperti kakaknya yang menikah disaat dia masih kelas 2 SMA, jadi orangtuanya menaruh harapan agar Clara tetap terus melanjutkan sekolah, tapi tidak seperti ini caranya, kenapa setiap setiap Clara melakukan sedikit saja kesalahan Clara selalu di marahi.

Clara merasa sangat sedih jika lagi tidak akur dengan ibunya termasuk juga dengan adiknya, disaat seperti ini lah Clara mengharap ada seseorang yang bisa menghiburnya dan satu-satu nya orang yang mau berbagi dan perduli dengannya saat ini adalah Rizki, yaitu seorang lelaki yang saat ini tengah dekat dengannya, beruntung sekali Clara bisa menjadi kekasihnya karena dia sangat perhatian dan bisa ngerti’in Clara disaat lagi sedih dan bahagia. Sempat terpikir oleh Clara jika saja Clara hidup bersama dia pasti Clara akan hidup tenang dan rukun.

Laki-laki itu Clara kenal lewat dunia maya yaitu melalui sebuah alat komunikasi telpon genggam, Clara sendiri tidak tau bagaimana wajah laki-laki itu dan juga sebaliknya laki-laki itu tidak tau bagaimana wajah Clara, tapi jika tuhan mempertemukan 2 insan ini tentunya mereka akan sangat bahagia karena mereka juga berharap akan bisa dipertemukan.

Hari pun berlalu ketika suatu hari Clara tidak lagi bertengkar dengan adiknya, Clara dan keluarganya ngumpul sama-sama dan saling bercanda, dan ketika itulah Clara merasa senang bisa melihat ibunya tertawa dengan candaannya Clara.

Enam bulan kemudian Clara dibelikan satu barang yang sangat Clara harapkan dan Clara impi-impikan dari dulu yaitu sebuah laptop, tapi yang bikin Clara sangat kesal adalah adiknya Clara sering minjamin Laptopnya, jika tidak diberikan maka Clara akan pasti dimarahinya, dan dipukuli..dan juga berbicara kotor kepadanya.Clara merasa sangat sedih. “ Emang Clara ini dianggap apa olehnya? Kakaknya atau orang lain?” Begitulah bathinnya bicara. Tak hanya itu habis itu saat Clara sedang membersihkan rumahnya, HP nya Clara diambil oleh adikknya..Clara berusaha untuk memintanya dengan cara yang lembut tapi dia tetap tidak mau memberikannya hingga merekapun kembali bertengkar, disore harinya adiknya Clara mengadu kepadanya ibunya hingga ibunya marah kepada Clara, Clara Cuma bisa diam dan menangis meskipun ayahnya sudah ikut membelanya.

Keesokan harinya, di pagi hari Clara menyapa ibunya tapi ibunya diam saja. Clara sangat sedih sekali “ Ya tuhan dimana kebahagiaan itu, kenapa kebahagiaan tak bisa kumiliki.” Jerit bathinnya dalam hati. Orang sering bilang rumahku adalah istanaku tapi menurut Clara rumahku adalah Penjaraku karena setiap Clara dirumah merasa tak pernah bahagia.

Clara pergi kekamar, dan menangis dikamarnya meratapi kenyataan hidupnya yang malang.

“Hidup ini tidak adil..!” Ungkap Bathinnya. “Sampai kapan ini akan berakhir, rasanya Clara sudah tidak sanggup lagi hidup seperti ini.”Sambungnya.

*** Ibu…. Clara pengen hidup seperti anak-anak lain yang orangtuanya tidak pilih-pilih kasih***
***Ayah….Terimakasih atas semuanya, Ayah mengerti perasaan Clara dan Tau siapa yang salah antara kami berdua***
***Adik….kakak pengen adik itu berubah, adik sudah besar jadi jangan bersikap seperti itu lagi***

Sesudah terjadinya pertengkaran itu Clara berniat untuk berubah dan berusaha untuk menuruti semua kemauan keluarganya karena Clara tidak mau sampai jadi anak yang durhaka.Dan semuanya sudah Clara lakukan, ternyata memang tidak sia-sia pengorbanan yang Clara lakukan karena Clara sudah tidak lagi sering bertengkar dengan adiknya.. dan itu semua juga karena berkat kebaikan dari laki-laki yang selalu mencintai dan menyayangi Clara yaitu Rizki, karena dia yang selalu memberikan semangat dan do’a buat Clara. “TERIMAKASIH ATAS SEMUANYA RIZKI”.

“CLARA sangat mencintai keluarga Clara karena disini Clara hidup walaupun tidak di anggap”.

“ Ya tuhan mulai dari sekarang dan seterusnya jangan lagi ada pertengkaran dirumah Clara” Begitulah Do’a Clara.
(Kisah Online Mengharukan)

0 comments:

Post a Comment