Home » , » Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Written By Admin on Tuesday, February 7, 2017 | 6:00 AM

Kisah Online Mengharukan - Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi - Jenna Evans adalah seorang mahmud (mamah muda) yang punya anak kembar tiga. Suatu hari Jenna harus pergi untuk dinas, akhirnya dia cuma punya waktu memeras ASI waktu berada di dalam pesawat saja.

Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Tapi di kerenakan kursi yang ada di pesawat terlalu sempit dan tidak nyaman untuk memompa ASI, Disaat yang bersamaan para penumpang lain mulai melihat kearahnya dengan tatapan yang aneh. Padahal Jenna sudah snagat hati-hati dalam melakukannya dan berusaha menutupinya.

Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Saat itu terjadi, seorang Pramugari datang dan langsung memintanya pindah tempat.

Jenna sangat terkejut kala itu, karena di di pikir ia di pindahkan ketempat lain karena di protes oleh penumpang lain. Namun ternyata pramugari itu malah memintanya pindah keruangan Kelas Bisnis.

Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Pramugari itu berkata pada Jenni bahwa di ruangan itu ia bisa lebih leluasa memompa ASI dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan penumpang lainnya.

Mahmud Pompa Asi Dalam Pesawat, Setelah Diprotes Penumpang Lain, Kejadian Mengharukan Terjadi

Tak hanya sampai disitu, sang pramugari juga memberikan Jenni segelas air hangat dan cemilan. Hal ini membuatnya sangat terharu. Untung saja ada pramugari berbaik hati yang mau menolongnya dan memberikan pelayanan seperti ini. 

Jenne menambahkan, jika ia tidak memompanya, maka setelah 4-5 jam kemudian, payudaranya akan terasa sakit, untung saja pramugari ini mengerti. (Kisah Online Mengharukan)

0 comments:

Post a Comment