Beberapa hari sebelum pasuntri ini meninggal, Trent terlebih dahulu masuk rumah sakit karena gagal ginjal yang di deritanya. Sejak itu Dolores yang lebih sehat selalu menemani suaminya dan menggenggam tangan suaminya.
Namun siapa sangka, di hari yang sama itu jantung Trent melemah dan di pindahkan ke ICU sementara Dolores merasakan sakit kepala dan muntah-muntah.
Dikutip brilio.net dari Dailymail dan Mirror, Selasa (27/12), dokter mengungkapkan bahwa Dolores mengalami sebuah penyakit otak parah, yaitu aneurysm dan membuatnya harus bernapas melalui ventilator.
Dengan persetujuan para staff rumah sakit, akhirnya Trent dan Doress berada di satu ruangan yang sama dan terus bergandengan tangan.
Pada tanggal 9 Desember Pukul 21.01 waktu setempat, Dolores meninggal. Anak pertamanya, Eddie membungkuk dan membisikkan kepada Trent bahwa istrinya telah meninggal.
Trent kemudian menghadapkan wajahnya ke Dolores dan memberikan kecupan udara dan beberapa jam kemudia Trent meninggal.
Sheryl, putri dari pasangan ini percaya bahwa Trent meninggal karena patah hati. “Karena ia (Dolores) meninggal, ia (Trent) tidak bisa mempercayai itu. Kami hanya menyaksikannya meninggal," katanya.
"Aku tidak memikirkan apa-apa pada saat itu. Secara harfiah, ia meninggal karena patah hati. Tidak pernah aku berpikir bahwa aku akan keluar dari rumah sakit tidak bersama dengan kedua orangtuaku," tambahnya.
Kemudian mereka di makamkan saling berdampinagn. Selamat jalan… (Kisah Online Mengharukan)





0 comments:
Post a Comment